Suatu hari, ftav003 dihubungi oleh Profesor Yu Sasamoto, ilmuwan Jepang berusia 45 tahun, mantan ketua penelitian baterai lithium di Tokyo. Dengan logat bahasa Jepang yang khas (ditranslasi oleh AI penerjemah), Yu membagi insight tentang ekstraksi nikel tanpa merusak lingkungan. "Inovasi," katanya, "bukan sekadar mencipta, tetapi melihat keindahan dalam kompleksitas." ftav003 terenyuh. Pertemuan itu menjadi titik balik: ia mulai memandang tantangan sebagai stimulus untuk kreativitas.